2010-09-30
naif.dungu.
Hari Isnin dan Selasa. Mei Ling dan mereka telah membuat propaganda ke tanah tinggi Cameron Diaz. Mood pada pagi hari agak neutral. Mungkin angin Sabak Bernam masih suci di pagi hari. tidak seperti angin di tengahari yang seringkali menerjah wajah Mei Ling hingga hampir hangus. Semua tenang- tenang saja pagi itu.
Cameron Diaz membuat semua orang pening-pening, pucat, loya dan mabuk. Mungkin saja penerbangan itu secara mengejut. Agenda mereka ke situ ingin menjelajah meteorologi, Mardi, hutan ulu bertam dan orang asli. Dan kebanyakan mereka pun seperti orang asli gamaknya.
Perjalanan itu biasa-biasa saja. Tapi satu saja yang Mei Ling pelajari, kena beraksi cool di hadapan mulut-mulut pembinasa.supaya mereka jadi lemah dan rebah. Kemudian akhirnya kemenangan secara perlahan-lahan dimiliki Mei Ling.
p/s: setiap perhentian perjalanan, Mei Ling dapat lihat terselaknya hijab kepura-puraan setiap mereka.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
How Covid - 19 pandemic made me come back as Kebaya Sendat Sepatu Merah
It's been a while. As for me to start writing again. I've been losing myself for the past few years. I missed blogging. Showing of...
-
i can see a special bond between an orphan and a little panda. this movie is full of love. not an ordinary love. love that you can...
-
terserempak dengan si manis ini. ya, beliau yang buat segmen ini. beri peluang pada aku yang konon - kononnya romantis. ha...

No comments:
Post a Comment